Home / Olahraga / Achhedya Jagaddhita Ada di Rangking ke-8

Achhedya Jagaddhita Ada di Rangking ke-8

Achhedya Jagaddhita Ada di Rangking ke-8  – Lifter Indonesia tunjukkan hasil beragam di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018. Team pelatih angkat besi nasional dapat menakar pertarungan.

Indonesia turunkan sepuluh lifter di Kejuaraan Dunia 2018, yang sekaligus juga jadi seri pertama kualifikasi–dengan skema poin–Olimpiade 2020 Tokyo. Selama ini, wakil Indonesia tunjukkan hasil berlainan.

Eko Yuli Irawan mencapai tiga medali emas di kelas 61 kg. Peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu ikut menuliskan rekor dunia pada angkatan totalnya 317 kg di kelas baru, dan pada angkatan clean and jerknya 174 kg.

Sesaat, tiga lifter lainnya, yaitu Deni (67 kg), Sri Wahyuni (49 kg), serta Acchedya Jagaddhita (59kg) sukses masuk delapan besar dunia.

Deni finish di posisi ke-8 besar kejuaraan dunia. Deni yang turun pada Group A kelas 67 kg dalam kejuaraan yang digeber di Ashgabat, Turkmenistan, Minggu (4/11/2018), membukukan keseluruhan angkatan terbaik 310 kg, dengan perincian angkatan snatch 140 kg serta clean and jerknya 170 kg.

Sri Wahyuni ada di rangking ke-7 di kelas 49 kg dengan angkatan keseluruhan 186 kg (snatch 82 kg serta 104 kg). Achhedya Jagaddhita ada di rangking ke-8 selesai membukukan angkatan keseluruhan 212 kg (snatch 96 kg serta clean and jerk 116 kg)

Indonesia masih tetap tersisa lifter putri Nurul Akmal di kelas +87 kg. Ia akan tampil pada 10 November.

“Yang pasti ini awal yang baik tetapi minimum kami telah bisa deskripsi. Lalu ini kan baru pertama masih tetap ada lima seri yang lain tahun kedepan sampai 2020 menjadi kwalifikasi olimpiade,” kata Dirdja dalam sambungan telephone pada Senin (5/11/2018).

“Tetapi, disebut memuaskan belumlah lah. Menjadi catatan memang tempo hari pendataan masih tetap butuh lebih detil. Sebab ini kelas baru serta angkatan atletnya saat ini telah terdata,” ia memberikan.

Dirdja katakan kesempatan Indonesia untuk ke arah Olimpiade 2020 Tokyo masih tetap terbuka. Ditambah lagi, format perhitungan pointnya per semasing individu.

“Kami akan pelajari sesudah pulang ke Jakarta serta rapatkan kembali manakah seri-seri yang akan dibarengi. Tahun kedepan masih tetap ada lima seri kelompok gold serta silver. Ini akan kami optimalkan tetapi butuh ikut suport dari pemerintah. Sebab kirim atlet ikut butuh biaya,” kata ia.

“Bukan sekedar biaya, tetapi kami ikut lihat manakah yang lebih punya potensi untuk setelah itu untuk di kirim ke seri setelah itu,” ia menyatakan

About admin