Ahmad Marzuqi Membela Diri Dengan Mengaku Tidak Mengenal Hakim Yang Terima Suap

Ahmad Marzuqi Membela Diri Dengan Mengaku Tidak Mengenal Hakim Yang Terima Suap – Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kalau Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dikira berikan suap terhadap hakim berkenaan perkara praperadilannya tahun waktu lalu. Menyikapi hal semacam itu, Ahmad Marzuqi menyatakan gak mengetahui hakim itu.

” Saya tidak sempat bersua, saya tak kenal siapa hakimnya, ” kata Marzuqi terhadap wartawan dalam rumah dinasnya, Jalan Kartini No 1 Jepara, Rabu (5/12/2018) .

Marzuqi pernah diputuskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah jadi terduga korupsi dana pemberian keuangan buat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012, pada pertengahan 2017.

Ia lantas ajukan permintaan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Hakim tunggal Lasito terus menghentikan sprindik atas nama Marzuqi nomer 1092/O. 3/Fd. 1/07/2017 tertanggal 26 Juli 2017, pada November 2017.

Marzuqi ceritakan menurut dia perkara ini berasal disaat ia berubah menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Jepara serta kala itu berlangsung perpecahan internal partai.

Sampai saat pemilu 2014, perseteruan di badan PPP belum juga selesai, serta melahirkan dua kubuKonflik tersebut yg lantas dianggap Marzuqi jadi sumber perkara perkiraan korupsi dana Banpol PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2012. Perkara itu diselesaikan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, serta Marzuqi jadi terduga.

” Hingga saya ini dibiarkan oleh wakil-wakil ketua saya, sekretaris saya di Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Jepara, ” pungkasnya.

Dikabarkan awal kalinya, Ketua KPK Agus Rahardjo, mengemukakan kalau pencarian itu berkenaan dengan suap praperadilan atas SP3 Kejaksaan Tinggi Jateng tahun 2017.

Masalah suap putusan praperadilan atas SP3 dari Kejaksaan Tinggi Jateng tahun 2017. Dikira Bupati Jepara berikan dana terhadap hakim berkenaan putusan atas praperadilan di PN Semarang tahun 2017, ” kata Agus, Selasa (4/12/2018) .

Diwawancara terpisah, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan ada sejumlah dokumen yg ditangkap dalam pencarian itu.

Tetapi ia gak merinci dengan terperinci bab barang dokumen apakah saja yg dimaksudnya. Ia pun mengemukakan kalau pencarian dilaksanakan lantaran udah ada terduga dalam perkara ini.

” Pencarian cuma dapat sehabis proses penyelidikan. Penyelidikan di KPK sudah semestinya ada tersangkanya, namun siapa yg jadi terduga belum juga dapat diungkapkan, ” kata Febri
di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018) .