Apakah PAN Alami Perpecahan Atau Ada Pihak Sengaja Memecah Belah?

Apakah PAN Alami Perpecahan Atau Ada Pihak Sengaja Memecah Belah? – Partai Amanat Nasional (PAN) senantiasa naik-turun mendekati Pemilihan presiden 2019, mulai pengurus yg mbalelo dengan beri dukungan Joko Widodo (Jokowi), Bendum mundur, serta saat ini beberapa pendiri mendorong Amien Rais mundur. Spekulasi-spekulasi banyak muncul. Apa PAN alami perpecahan atau ada pihak yg berencana memecah irislah?

Rumor perpecahan dalam badan PAN udah berembus semenjak pasca-deklarasi support PAN pada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Waktu itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebutkan beberapa calegnya malas dengan blak-blakan mengampanyekan pasangan nomer urut 02 itu. Meskipun lantas pengakuan itu diluruskan oleh Eddy dengan menyampaikan jika kader PAN all out beri dukungan Prabowo-Sandiaga.

Beberapa saat berlalu, pengurus serta kader PAN di daerah yg mbalelo terlihat tampil satu-satu ke permukaan. Mereka menentukan melabuhkan support ke Jokowi-Ma’ruf dibanding menaati hasil Rapat kerja nasional PAN tahun 2018. Pertimbangannya, mereka malas tersungkur dalam Pileg 2019 serta kemampuan Jokowi dianggap layak dikasihkan pujian.

Bulan Desember ini, dua persoalan internal kembali menimpa PAN. Bendum PAN, Nasrullah mundur dengan fakta tak lagi sesuai dengan manajemen partai. Lantas, ini hari lima sikap pendiri partai kian mengguncang internal berlambang matahari putih itu sebab menulis surat terbuka pada Amien Rais. Mereka memohon Amien mundur.

Pertimbangannya, Amien sampai kini dianggap sudah meleset dari prinsip pendirian partai berlambang matahari putih itu serta jadi tokoh bangsa malahan malahan turut mengeruhkan kondisi dalam negeri. Tidak hanya itu, ke-5 tokoh itu pun memandang Ketua Dewan Kehormatan PAN itu berkesan berat mengestafetkan tongkat kepemimpinan PAN.

Menanggapi surat terbuka dari banyak pendiri partai itu, elite-elite PAN geram. Mereka menyayangkan sikap ke-5 seniornya. Pendapat surat terbuka itu ditunggangi motif memecah irislah sampai terkait dengan support PAN serta Amien Rais pada Prabowo-Sandiaga muncul. Pendapat itu juga sekaligus buat menangkal ada perpecahan dalam internal partai.

Sesaat, Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan partainya ‘baik-baik’ saja, bahkan juga tidak ada sedikitpun riak yg mengganggu ketenangan PAN. Sama dengan Viva, Saleh lantas syak wasangka ada dalang yg coba memecah irislah dibalik desas-desus yg sampai kini menimpa partainya.

“Ada pendapat pada usaha memecah irislah partai. Akan tetapi sebab kami solid, mungkin motifnya cuma buat memecah konsentrasi dalam pemenangan di pemilihan presiden. Manuver berikut mungkin dianggap dapat menyebabkan kerusakan basis, arah, serta taktik,” kata Saleh.

Jelas tuduhan seakan ke arah kubunya, Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf tergesa-gesa menangkal. TKN malas pihaknya kembali jadikan kambing hitam atas gejolak yg mengguncang partai oposisi. Apalagi, tidak ada dikit lantas tekad terbesit buat mencampuri masalah internal partai politik beda, ditambah lagi oposisi.

Selanjutnya, PAN memang pecah atau dibelah?