Home / Berita Umum / Pembongkaran Makam untuk Autopsi Mayat Ibu Muda di Boyolali

Pembongkaran Makam untuk Autopsi Mayat Ibu Muda di Boyolali

Pembongkaran Makam untuk Autopsi Mayat Ibu Muda di Boyolali – Polres Boyolali membuka makam Novi Septiani, untuk setelah itu dilaksanakan outopsi. Pembongkaran dilaksanakan sebab kematian ibu muda itu dikira tidak lumrah.

” Penyidik melakukan satu diantaranya kesibukan dalam proses penyelidikan, yakni bongkar mayat dilaksanakan supaya dapat jelas dengan cara tentu yang memicu kematian korban, ” tutur Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, disela-sela saksikan pembongkaran makam di Pemakaman Umum Kyai Sundigong, Desa Kebongulo, Musuk, Boyolali Minggu (7/10/2018) .

Dalam pembongkaran serta outopsi mayat korban ini, Polres Boyolali bekerja bersama-sama dengan DIV Polda Jateng. Sesudah makam dibongkar serta mayat korban diangkat, team DIV Polda Jateng langsung mengerjakan outopsi ditempat itu.

” Korban inisial NS (Novi Septiani) , 22 tahun. Tetap cukuplah muda. Tugasnya Ibu rumah-tangga serta punyai satu anak (yang tetap kecil) , ” kata Aries.

Korban wafat pada Senin (1/10) pagi hari. Penduduk Dukuh Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali ini lantas dikebumikan dalam hari itu juga. Ia dilaporkan wafat mendadak. Semula Polres Boyolali tidak mendapat laporan mengenai kematian korban sebab keluarga memandang jadi kematian lumrah.

Tapi beberapa waktu selanjutnya berkembang kabar dari warga, ketika jenazah korban dimandikan, diketemukan sejumlah isyarat seperti sisa kekerasan. Polisi selanjutnya mengerjakan penyidikan serta menyatukan kabar dari warga. Polisi memintai info pada saksi-saksi, salah satunya suami korban, orang-tua korban, penduduk yang memandikan jenazah, beberapa tetangganya sampai piranti desa ditempat.

” Kita berdoa yang pertama kebaikan untuk korban. Ke dua (outopsi dilaksanakan) agar tidak ada pertanyaan di waktu mendatang serta muncul permasalahan masa datang. Sebab kalau jenazah korban dalam situasi telah kelamaan, tidak dapat didapati lagi apakah sebagai yang memicu kematiannya, ” kata Aries.

Kapolres mengatakan pihaknya belumlah menentukan terduga dalam perkara ini. Ia ikut tidak dapat menduga-duga siapa pelakunya.

” Tapi pastinya penyidiklah dengan alat bukti yang cukuplah dapat menyusun moment ini serta pastinya bakal dapat mendapatkan siapa pemeran kalau benar ini korban wafat sebab satu moment pidana. Karena itu saling kita nantikan perubahan hasil forensiknya, ” tandas Aries.

About admin