Untuk Kurangi Korban Jiwa, Petani di Ngawi Berlomba Tangkap Tikus Sawah

Untuk Kurangi Korban Jiwa, Petani di Ngawi Berlomba Tangkap Tikus Sawah – Cahaya matahari yg terik gak membuat surut semangat banyak petani di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi buat bersaing tangkap tikus dengan tangan kosong. Duh ngapain susah-susah sich?

Rupanya perlombaan ini digelar sehabis petani merasa kenyataan kalau banyak korban jiwa melayang-layang lantaran petani menempatkan perangkap tikus beraliran listrik di sawah. Bukannya tikus yg mengenai, namun jadi nyawa pemilik area atau petani yg melayang-layang lantaran tersengat listrik.

Mereka selanjutnya kapok memanfaatkan perangkap tikus sesuai ini. Terus buat beri motivasi petani biar pengin kembali memanfaatkan trik tradisionil buat tangkap tikus, perlombaan ini lantas diadakan.

” Cukup bisa hadiah, pak. Hasil tangkapan tikus dibeli, ” jelas satu diantaranya petani yg mengambil sisi dalam perlombaan ini, Prijono (60) , Selasa (11/12/2018) .

Menurut Prijono, satu ekor tikus hasil tangkapan petani dihargai sebesar Rp 1. 000 oleh kades. Oleh penduduk ditempat, lomba sesuai ini biasa dimaksud ‘gropyokan (berebutan) tikus’.

Tidak cuman dengan tangan kosong, beberapa petani memanfaatkan beragam cara buat melumpuhkan tikus seperti masukkan belerang ke sarang tikus atau uap panas ke sarang dengan pemberian elpiji.

Ditambahkan Kepala Desa Dempel, Sugeng, tidak cuman kurangi korban jiwa gara-gara banyak tikus di sawah, banyak petani pun bergairah ikuti perlombaan lantaran banyak hama tikus yg menyerang bibit padi mereka.

” Hama tikus sekarang merisaukan petani lantaran menggunakan bibit padi yg disemaikan serta siap tanam hingga petani mesti menyemaikan kembali benihnya. Jadi kedua kalinya petani menyediakan bibitnya, ” ujarnya.

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar yg datang dalam perlombaan ini mengemukakan gropyokan tikus ini dibutuhkan biar petani kembali memanfaatkan pemberantas hama yg ramah lingkungan, mengingat telah banyak korban jatuh gara-gara perangkap tikus beraliran listrik.

” Sepanjang 1 tahun ini udah ada tujuh korban jiwa gara-gara perangkap tikus listrik. Kami mohon petani buat menempatkan trik pemberantas tikus yg ramah lingkungan ini, ” jelasnya.

Dalam lomba yg berjalan sejak mulai pagi sampai ini sore, banyak petani lantas sukses menyatukan keseluruhan lebih kurang 500 ekor tikus.